Kejahatan – Kejahatan Perbankan Yang Berbasis IT


Semakin banyaknya layanan bank yang dapat diakses nasabah secara langsung mengunakan teknologi sistem informasi, sehingga pengunaan teknologi informasi di dalam bank pun semakin meningkat,dan sering kali IT disalah gunakan sehingga meningkatnya kejahatan yang dilakukan dalam teknologi sistem informasi. dibawah ini contoh kejahatan perbankan di dalam dunia IT :

1. Skimmer (menangkap data di magnetic strip)

Skimming adalah penggunaan secara fisik reader sekunder untuk menangkap magnetic di belakang kartu kredit atau kartu debet. Skimmer dan keypad sekundernya digunakan untuk menangkap nomor account dan PIN ATM di box ATM. Sayangnya, ketika konsumen melakukan transaksi via ATM, konsumen tidak menyadari bahwa account-nya telah disadap. Kriminalitas ATM ini dimulai dengan menangkap nomor account ATM di slot ATM card pada umumnya, dan kemudian skimmer akan merekam informasi account dari ATM card.

2. Sniffer (menangkap paket data yang lalu lalang di jaringan komunikasi)

Sniffer adalah suatu aplikasi penyerang untuk melakukan pencurian ataupun penyadapan data. Data yang dimaksud tidak akan hilang secara fisik, namun akan disadap. Penyadapan ini sangat berbahaya, karena biasanya yang menjadi sasaran penyadapan ini adalah data-data penting seperti data pribadi (username, password, nomor authorisasi, dst). Hal ini dapat dicegah dengan cara terlebih dahulu melakukan enkripsi data sebelum data dikirimkan ke jaringan atau Internet, misalkan dengan menggunakan ssh atau secure shell yang berfungsi mengenkripsikan data dengan cara enkripsi 128 bit.

3. Keylogger (menangkap apa yang diketikkan di keyboard komputer)

Keylogger adalah suatu aplikasi atau software yang dapat mengunci tombol keyboard dengan menggunakan program logger tertentu. Sehingga, apapun yang diketikkan oleh user di layar monitor, dapat terekam. Artinya, meskipun saat mengetikkan password di kotak password yang tampil di monitor hanyalah ‘*****’ misalnya, namun isi password tersebut dapat terekam dan otomatis dapat terbaca. Hasil rekaman ini akan langsung tersimpan pada komputer dan dikirimkan melalui internet kepada si pencuri data tersebut. Bisa lewat e-mail, irc atau bahkan bisa diamati langsung secara realtime melalui web.

4. Phishing (personal information fishing, dengan situs abal-abal, social engineering)

Phising , adalah tindakan memperoleh informasi pribadi seperti User ID, PIN, nomor rekening bank, nomor kartu kredit Anda secara tidak sah. Informasi ini kemudian akan dimanfaatkan oleh pihak penipu untuk mengakses rekening, melakukan penipuan kartu kredit atau memandu nasabah untuk melakukan transfer ke rekening tertentu dengan iming-iming hadiah.

Bagaimana phishing dilakukan?

Teknik umum yang sering digunakan oleh penipu adalah sebagai berikut:

Penggunaan alamat e-mail palsu dan grafik untuk menyesatkan Nasabah sehingga Nasabah terpancing menerima keabsahan e-mail atau web sites. Agar tampak meyakinkan, pelaku juga seringkali memanfaatkan logo atau merk dagang milik lembaga resmi, seperti; bank atau penerbit kartu kredit. Pemalsuan ini dilakukan untuk memancing korban menyerahkan data pribadi, seperti; password, PIN dan nomor kartu kredit

Membuat situs palsu yang sama persis dengan situs resmi.atau . pelaku phishing mengirimkan e-mail yang berisikan link ke situs palsu tersebut.

Membuat hyperlink ke web-site palsu atau menyediakan form isian yang ditempelkan pada e-mail yang dikirim.

5. Typo Site

Modus kejahatan typo site ini terbilang cukup unik dan seringkali tidak disadari oleh korbannya. Caranya, pelaku membuat situs yang memiliki nama yang hampir serupa dengan situs resmi lainnya. Misalnya saja, sebuah situs resmi yang memiliki alamat di http://anakku.com/ dibuat samarannya dengan alamat http://anaku.com/. Nyaris tak bisa dibedakan bukan?

Typo site dapat dengan mudah dibuat untuk domain .COM, .NET, .ORG, dan beberapa jenis domain lainnya. Setiap orang bisa menamakan situsnya tersebut dengan nama apa saja selama domain itu belum dimiliki orang lain. Dan kemudian si pembeli nama-nama domain yang mirip itu dapat membuat tampilan situsnya 100% mirip aslinya, sehingga seringkali orang yang salah ketik tidak menyadari bahwa ia sebenarnya berada di situs yang salah. Biasanya yang sering disalahgunakan adalah situs-situs dari bank resmi. Tujuannya tak lain adalah untuk menangkap user ID, password atau data-data pribadi lainnya. Data-data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk melakukan transaksi illegal.

Sumber:

http://www.slideshare.net/budi/pembobolan-bank-dengan-it

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AUDIT SISTEM INFORMASI KOMPUTERISASI AKUNTANSI

Peranan teknologi informasi pada aktivitas

manusia saat ini memang begitu besar.

Teknologi informasi telah menjadi fasilitator

utama bagi kegiatan-kegiatan bisnis yang,

memberikan andil besar terhadap perubahanperubahan

mendasar bagi struktur, operasi

dan manajemen organisasi. Jenis pekerjaan

dan tipe pekerja yang dominan di Jaman

Teknologi Informasi adalah otonomi dan

wewenang yang lebih besar dalam

organisasi.

Boundaryless organization adalah kondisi

organisasi yang digunakan dalam teknologi

informasi dengan batas-batas horisontal,

vertikal, eksternal dan geografis yang sehat.

Menipisnya batas horisontal mengakibatkan

berkurangnya birokrasi sehingga organisasi

menjadi lebih datar, dan karyawan menjadi

lebih berdaya (empowered employees) dan

menjadikan terwujudnya kerja sama lintas

fungsional dalam memenuhi kebutuhan

customers yang kompleks. Menipisnya batas

eksternal menjadikan perusahaan lebih

berfokus ke penyediaan produk dan jasa

yang menjadi kompetensi intinya (care

competence). Untuk memenuhi kebutuhan

customers yang kompleks, perusahaan

membangun jejar ing organi s a s i

(organization network), yang di dalamnya

setiap perusahaan menjadi anggota jejaring

sehingga mampu menghasilkan value terbaik

bagi customers, karena koordinasi tidak lagi

dijalankan melalui ”command and control

mode” namun koordinasi dilaksanakan

melalui komunikasi, persuasi dan

kepercayaan (trust). Kekohesivan organisasi

yang menggunakan tim lintas fungsional,

dan yang mempekerjakan karyawan yang

berdaya, serta yang menggunakan jejaring

organisasi dalam mewujudkan tujuan

organisasi ditentukan dari seberapa jelas

misi dan visi organisasi dirumuskan dan

keberhasilan pengomunikasian strategi

tersebut kepada seluruh personel organisasi

dan seluruh organisasi dalam jejaring.

Pemberdayaan karyawan yang dilandasi oleh

trust-based relationship antar manajer dan

karyawan menjadikan Information sharing

dapat meningkatkan tuntutan tentang

otonomi dan wewenang di kalangan

karyawan,Persuasi menjadi pilihan untuk

menggantikan komando, karena knowledge

workers menjadi dominan dalam

mewujudkan visi organisasi. dalam memacu

komitmen karyawan untuk mengubah

strategi menjadi tindakan nyata.

Berkat teknologi ini, berbagai kemudahan

dapat dirasakan oleh manusia seperti:

  • • Teknologi informasi melakukan otomasi

terhadap suatu tugas atau proses yang

menggantikan peran manusia.

  • • Teknologi informasi berperan dalam

restrukturisasi terhadap peran manusia

yang melakukan perubahan-perubahan

terhadap sekumpulan tugas atau proses.

  • • Teknologi informasi memiliki

kemampuan untuk mengintegrasikan

berbagai bagian yang berbeda dalam

organisasi dan menyediakan banyak

informasi ke manajer.

  • • Teknologi informasi juga memengaruhi

antarmuka-antarmuka organisasi dengan

lingkungan, seperti pelanggan dan

pemasok.

  • • Teknologi informasi dapat digunakan

membentuk strategi untuk menuju

keunggulan yang kompetitif (O’Brien,

1996), antara lain:

1. Strategi biaya: meminimalisir biaya/

memberikan harga yang lebih murah

terhadap pelanggan, menurunkan

biaya dari pemasok.

2. Strategi diferansiasi: mengembangkan

cara-cara untuk membedakan produk/

jasa yang dihasilkan perusahaan

terhadap pesaing sehingga pelanggan

menggunakan produk/jasa karena

adanya manfaat atau fitur yang unik.

3. Strategi inovasi: memperkenalkan

produk/jasa yang unik, atau mem

buat perubahan yang radikal dalam

proses bisnis yang menyebabkan

perubahan-perubahan yang mendasar

dalam pengelolaan bisnis.

4. S t r a t e g i p e r t u m b u h a n :

mengembangkan kapasitas produksi

secara signifikan, melakukan ekspansi

ke dalam pemasaran global, melakukan

diversifikasi produk/jasa bam,

atau mengintegrasikan ke dalam

produk/jasa yang terkait.

5. Strategi aliansi: membentuk

hubungan dan aliansi bisnis yang baru

dengan pelanggan, pemasok, pesaing,

konsultan, dan lain-lain.

Namun ironisnya, pesatnya perkembangan

teknogi informasi tersebut awal mulanya

bertolak belakang dengan sudut pandang

Auditor yang menilai bahwa hubungan

bisnis yang wajar adalah jika dilaksanakan

berdasarkan falsafah arm’s length

transaction-yaitu transaksi antara pihakpihak

yang bebas atau independen.

Hubungan istimewa (atau dikenal dengan

related party transaction) diyakini auditor

sebagai transaksi yang dapat menimbulkan

ketidakwajaran angka yang dicatat dalam

catatan akuntansi. Padahal transaksi bisnis

yang didasarkan atas arm’s-length

transaction dan nilai dasar ketidakpercayaan

merupakan hubungan bisnis jangka pendek.

Masing-masing pihak hanya mengusahakan

agar pada saat transaksi bisnis terjadi,

mereka yang terkait mampu bersikap

businesslike, sehingga masing-masing pihak

dapat memperoleh manfaat dari transaksi

yang dilaksanakan. Apakah di kemudian hari

pihak-pihak yang terkait sekarang akan

melaksanakan bisnis, tergantung dari

penentuan syarat-syarat independensi pada

saat transaksi yang akan terjadi di masa yang

akan datang tersebut sedangkan kemitraan

Usaha (Partnered Relationship) untuk

mendobrak mitos tersebut harus

menitikberatkan pada trust building dan core

competency di dalam membangun hubungan

kemitraan, baik di dalam organisasi

perusahaan (antara manajer dengan

karyawan dan antar fungsi dalam organisasi)

maupun di antara perusahaan dengan para

pemasok dan mitra bisnisnya

sumber :jurnal.unikom.ac.id/ed9/04-Supriyati.pdf

Metode audit dalam Informasi Teknologi

Pengujian dengan Data Simulasi

Teknik ini dianggap paling efektif.

Pemeriksa dapat langsung memerika sistim

pengolahan dengan menggunakan transaksi

simulasi sebagai bahan pengujian. Beberapa

program aplikasi diuji kemampuannya dalam

memproses data hingga dapat diketahui

apakah program berjalan secara benar atau

ditemukan kesalahan atau penyimpangan.

Pemanfaatan Fasiltas Pengujian Secara

Terpadu

Teknik ini merupakan perluasan dari teknik

pengujian data. Transaksi simulasi digabung

dengan transaksi sebenarnya dengan cara

memberikan suatu kode khusus.

Pemeriksaan dapat membandingkan hasil

pengujian dengan ketentuan yang ditetapkan

dan dapat menilai keandalan program

aplikasi dan mengetahui apakah program

aplikasi telah dilengkapi dengan error

detection.

Simulasi Paralel

Pemeriksa membuat simulasi pemrosesan

dengan memanfaatkan program yang

disusun oleh pemeriksa, yaitu suatu model

aplikasi yang dipakai secara rutin. Hasil

pemrosesan simulasi ini kemudian

dibandingkan dengan hasil pemrosesan

sesungguhnya yang telah dilakukan oleh

objek pemeriksaan. Dari hasil perbandingan

tersebut akan diketahui apakah program/

sistem yang dipakai telah benar atau terdapat

kesalahan/penyimpangan.

Pemasangan Modul Pemeriksaan.

Pemeriksa dapat memasang suatu modul/

program pemeriksaan ke dalam program

aplikasi untuk memantau secara otomatis

sehingga dapat terhimpun data untuk

keperluan pemeriksaan. Pemeriksa dapat

menyimpulkan apakah program aplikasi

berjalan baik tanpa ada penyimpangan dari

catatan log yang dicetak secara berkala.

Pemakaian Perangkat Lunak Khusus Untuk

Pemeriksaan

(Audit software) pemeriksa dapat menguji

keandalan dokumentasi dan berkas suatu

objek pemeriksaan. Beberapa audit software

yang biasa dipakai antara lain: Generalized

Audit Software, Audit Command Language

(ACL), audassist, IDEA-Y.

Metode Tracing

Pemeriksa dapat melakukan penelusuran

terhadap suatu program/sistem aplikasi

untuk menguji keandalan kebenaran data

masukan dalam pengujian ketaatan,

pemeriksa mencetak daftar instruksi program

yang dijalankan sehingga dapat ditelusuri

apakah suatu instruksi telah dijalankan

selama proses.

Metode Pemetaan (Mapping)

Pemrogram dapat memasukkan kode-kode

tertentu yang tidak dikehendaki yang

disiapkan ke dalam program untuk

kepentingannya. Dengan diketahuinya

bagian-bagian yang sedang bekerja dan

bagian-bagian yang tidak sedang bekerja

tersebut maka dapat dipisahkan kode-kode

yang tidak dikehendaki tadi kemudian

menghapuskannya.

Teknik Audit Berbantuan Komputer

(TABK) atau Computer Assisted Audit

Techniques (CAATs). Ada dua kondisi yang

menyebabkan auditor perlu

mempertimbangkan penggunaan TABK:

(a) tidak adanya dokumen masukan atau

tidak adanya jejak audit (audit trail) dalam

sistem informasi komputer.

(b) dibutuhkannya peningkatan efektivitas

dan efisiensi prosedur audit dalam

pemeriksaan.

Ada dua tipe TABK yang lebih umum

digunakan dalam audit:

(1) perangkat lunak audit (audit software)

Perangkat lunak audit terdiri dari program

komputer yang digunakan oleh auditor.

sebagai bagian prosedur auditnya. untuk

mengolah data audit yang signifikan dan

sistem akuntansi entitas. Perangkat lunak

audit dapat terdiri dari program pakar,

program yang dibuat dengan tujuan khusus

(purpose-written programs), dan program

utilitas (utility programs). Terlepas dari

sumber program, auditor harus meyakini

validitas program tersebut untuk tujuan audit

sebelum menggunakan program tersebut.

Program paket (package prog1″r!ms) adalah

program komputer yang dirancang untuk

melaksanakan fungsi pengolahan data yang

mencakup pembacaan file komputer,

pemilihan informasi, pelaksanaan

perhitungan, pembuatan file data. Dan

pencetakan laporan dalam suatu format yang

telah ditentukan oleh auditor.

Program yang dibuat dengan tujuan khusus

(purpose-written programs) adalah program

komputer yang dirancang untuk

melaksanakan tugas audit dalam keadaan

khusus. Program ini dapat disiapkan oleh

auditor, oleh entitas, atau oleh pemrogram

luar yang ditugasi oleh auditor.

Program utilitas (utility programs) adalah

program yang digunakan oleh entitas untuk

melaksanakan fungsi pengolahan umum

seperti penyortasian, pembuatan, dan

pencetakan file. Program ini umumnya

dirancang unruk tujuan audit.

(2) data uji (test data) untuk tujuan audit.

Data uji (test data). Dalam pelaksanaan

prosedur audit. teknik data uji digunakan

dengan cara memasukkan data ke dalam

sistem komputer entitas. dan kemudian hasil

yang diperoleh dibandingkan dengan hasil

yang telah ditemukan sebelumnya. Contoh

penggunaan teknik data uji adalah:

a. Data uji digunakan untuk menguji

pengendalian khusus dalam program

komputer, seperti on-Line password dan

pengendalian akses data.

b. Transaksi uji yang dipilih dari transaksi

yang tidak diproses atau telah dibuat

sebelumnya oleh auditor untuk menguji

karakteristik pengolahan tertentu yang

dilakukan oleh entitas dengan sistem

komputernya. Transaksi ini umumnya

diolah secara terpisah dari pengolahan

normal yang dilakukan oleh entitas.

c. Transaksi uji yang digunakan dalam

suatu pengujian terpadu dengan cara

menciptakan “dummy unit” (seperti

departemen atau karyawan) untuk memposting

transaksi uji ke dalam dummy

unit tersebut dalam siklus pengolahan

normal entitas.

Manfaat TABK

TABK dapat digunakan dalam pelaksanaan

berbagai prosedur audit berikut ini: .

a. Pengujian rincian transaksi dan saldo.

b. Prosedur review analitik.

c. Pengujian pengendalian (test of contro/)

atas pengendalian umum sistem

informasi komputer-seperti, penggunaan

data uji untuk menguji prosedur akses ke

perpustakaan program (program

libraries).

d. Pengujian pengendalian atas

pengendalian aplikasi sistem informasi

komputer seperti penggunaan data uji

untuk menguji berfungsinya prosedur

yang telah diprogram.

e. Mengakses file, yaitu kemampuan untuk

membaca file yang berbeda record-nya

dan berbeda formatnya.

f. Mengelompokkan data berdasarkan

kriteria tertentu.

g. Mengorganisasi file, seperti menyortir

dan menggabungkan.

h. Membuat laporan, mengedit dan

memformat keluaran.

i. Membuat persamaan dengan operasi rasional

(AND; OR; =; < >; <; >; IF).

Sumber :jurnal.unikom.ac.id/ed9/04-Supriyati.pdf

Daftar Jenis-jenis profesi

Di bidang ekonomi

Berikut ini adalah daftar mengenai profesi-profesi yang bergerak di bidang bisnis & ekonomi.

Agen
Akuntan
Analis keuangan
Broker
Distributor
Dosen FE
Konsultan bisnis
Pemilik toko
Pemilik UKM
Pengusaha
Petani
Pedagang
Peternak

Berikut ini adalah daftar mengenai profesi-profesi yang bergerak di dunia seni dan hiburan.
Aktor
Aktris
DJ
Desainer Fesyen
Desainer Grafis
Event organizer
Fotografer
Komikus
Koreografer
Model
Musisi
Pelukis
Pembawa Acara
Penari
Penyanyi
Penyiar TV
Penyiar Radio
Penulis Buku
Perias Wajah
Wartawan

Berbagai jenis profesi dalam tataran kehidupan sosial manusia modern, antara lain:

  • Akuntan
  • Aktuaris
  • Advokat
  • Arsitek
  • Dentist / Dokter Gigi
  • Engineer / Insinyur
  • Lawyer / Pengacara
  • Librarian / Pustakawan
  • Perawat
  • Apoteker
  • Dokter
  • Professor
  • Guru
  • Scientist / Ilmuwan

Sumber :http://bincangprofesi.com/forum/bincang-profesi-seni-and-hiburan/daftar-jenis-jenis-profesi-di-bidang-seni-dan-hiburan/

Pengertian Etika & jenis-jenis etika

  1. Pengertian Etika dan Etika Profesi.

Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai the discipline which can act as the performance index or reference for our control system“.

Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control“, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok social (profesi) itu sendiri.

Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat “built-in mechanism” berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto, 1999).

Sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk

mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.

Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.

Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma.

Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma moral, norma agama dan norma sopan santun. Norma hukum berasal dari hukum dan perundangundangan, norma agama berasal dari agama sedangkan norma moral berasal dari suara batin. Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari

sedangkan norma moral berasal dari etika.

Etika (ethics) berarti moral sedangkan etiket (etiquette)berarti sopan santun

  1. Jenis-jenis etika

Beberapa pandangan terhadap etika:

Etika dapat dityinjau dari beberapa pandangan. Dalams ejarah lazimnya pandangan ini dilihat dari segi filosofis yang melahirkan etika filosofis, ditinjau dari segi teologis yang melahirkan etika teologis, dan ditinjau dari pandangan sosiologis yang melahirkan etika sosiologis.

a) Etika filosofis

Etika filosofis adalah etika yang dipandang dari sudut filsafat. Kata filosofis sendiri berasal dari kata “philosophis” yang asalnya dari bahasa Yunani yakni: “philos” yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Etika filosofis adalah etika yang menguraikan pokok-pokok etika atau moral menurut pandangan filsafat. Dalam filsafat yang diuraikan terbatas pada baik-buruk, masalah hak-kewajiban, maslah nilai-nilai moral secara mendasar. Disini ditinjau hubungan antara moral dan kemanusiaan secraa mendalam dengan menggunakan rasio sebagai dasar untuk menganalisa.

b) Etika teologis

Etika teologis adalah etika yang mengajarkan hal-hal yang baik dan buruk berdasarkan ajaran-ajaran agama. Etika ini memandang semua perbuatan moral sebagai:

  1. Perbuatan-perbuatan yang mewujudkan kehendak Tuhan ataub sesuai dengan kehendak Tuhan.
  2. Perbuatan-perbuatan sbegai perwujudan cinta kasih kepada Tuhan
  3. Perbuatan-perbuatan sebagai penyerahan diri kepada Tuhan.

Orang beragama mempunyai keyakinan bahwa tidak mungkin moral itu dibangun tanpa agama atau tanpa menjalankan ajaran-ajaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sumber pengetahuan dan kebenaran etika ini adalah kitab suci.

c) Etika sosiologis

Etika sosiologis berbeda dengan dua etika sebelumnya. Etika ini menitik beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat. Etika sosiologis memandang etika sebagai alat mencapai keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan hidup bermasyarakat. Jadi etika sosiologis lebih menyibukkan diri dengan pembicaraan tentang bagaimana seharusnya seseorang menjalankan hidupnya dalam hubungannya dengan masyarakat.

d) Etika Diskriptif dan Etika Normatif

Dalam kaitan dengan nilai dan norma yang digumuli dalam etika ditemukan dua macam etika, yaitu :

1. Etika Diskriptif

Etika ini berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan perilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam kehidupan sebagai sesuatu yang bernilai. Etika ini berbicara tentang kenyataan sebagaimana adanya tentang nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakjta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit. Dengan demikian etika ini berbicara tentang realitas penghayatan nilau, namun tidak menilai. Etika ini hanya memaparkab, karenyanya dikatakan bersifat diskriptif.

2. Etika Normatif

Etika ini berusaha untuk menetapkan sikap dan pola perilaku yang ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam bertindak. Jadi etika ini berbicara tentang norma-norma yang menuntun perilaku manusia serta memberi penilaian dan hiambauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya Dengan. Demikian etika normatif memberikan petunjuk secara jelas bagaimana manusia harus hidup secara baik dan menghindari diri dari yang jelek.

Dalam pergaulan sehari-hari kita menemukan berbagai etika normative yang menjadi pedoman bagi manusia untuk bertindak. Norma-norma tersebut sekaligus menjadi dasar penilaian bagi manusia baik atau buruk, salah atau benar. Secara umum norma-norma tersebut dikelompokkan menjadi dua yaitu:

a) Norma khusus

Norma khusus adalah norma yang mengatur tingkah laku dan tindakan manusia dalam kelompok/bidang tertentu. Seperti etika medis, etika kedokteran, etika lingkungan, eyika wahyu, aturan main catur, aturan main bola, dll. Di mana aturan tersebut hanya berlaku untuk bidang khusus dan tidak bisa mengatur semua bidang. Misal: aturan main catur hanya bisa dipakai untuk permainan catur dan tidak bisa dipakai untuk mengatur permainan bola.

b) Norma Umum

Norma umum justru sebaliknya karena norma umum bersifat universal, yang artinya berlaku luas tanpa membedakan kondisi atau situasi, kelompok orang tertentu. Secara umum norma umum dibagi menjadi tiga (3) bagian, yaitu :

  • · Norma sopan santun; norma ini menyangkut aturan pola tingkah laku dan sikap lahiriah seperti tata cara berpakaian, cara bertamu, cara duduk, dll. Norma ini lebih berkaitan dengan tata cara lahiriah dalam pergaulan sehari-hari, amak penilaiannnya kurang mendalam karena hanya dilihat sekedar yang lahiriah.
  • · Norma hukum; norma ini sangat tegas dituntut oleh masyarakat. Alasan ketegasan tuntutan ini karena demi kepentingan bersama. Dengan adanya berbagai macam peraturan, masyarakat mengharapkan mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan bersama. Keberlakuan norma hukum dibandingkan dengan norma sopan santun lebih tegasdan lebih pasti karena disertai dengan jaminan, yakni hukuman terhadap orang yang melanggar norma ini. Norma hukum ini juga kurang berbobot karena hanya memberikan penilaian secara lahiriah saja, sehingga tidak mutlak menentukan moralitas seseorang.
  • · Norma moral;norma ini mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma moral menjadi tolok ukur untuk menilai tindakan seseorang itu baik atau buruk, oleh karena ini bobot norma moral lebih tinggi dari norma sebelumnya. Norma ini tidak menilai manusia dari satus segi saja, melainkan dari segi manusia sebagai manusia. Dengan kata lain norma moral melihat manusia secara menyeluruh, dari seluruh kepribadiannya. Di sini terlihat secara jelas, penilannya lebih mendasar karena menekankan sikap manusia dalam menghadapi tugasnya, menghargai kehidupan manusia, dan menampilkan dirinya sebgai manusia dalam profesi yang diembannya. Norma moral ini memiliki kekhusunan yaitu :

1. Norma moral merupakan norma yang paling dasariah, karena langsung mengenai inti pribadi kita sebagai manusia.

2. Norma moral menegaskan kewajiban dasariah manusia dalam bentuk perintah atau larangan.

3. Norma moral merupakan norma yang berlaku umum

4. Norma moral mengarahkan perilaku manusia pada kesuburan dan kepenuhan hidupnya sebgai manusia.

d) Etika Deontologis

Istilah deontologis berasal dari kata Yunani yang berati kewajiban, etika ini menetapkan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Argumentasi dasar yang dipakai adalah bahwa suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari suatu tindakan, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri baik pada dirinya sendiri.

Dari argumen di atas jelas bahwa etika ini menekankan motivasi, kemauan baik, dan watak yang kuat dari pelaku, lepas dari akibat yang ditimbulkan dari pelaku. Menanggapi hal ini Immanuel kant menegaskan dua hal:

  • · Tidak ada hal di dinia yang bisa dianggap baik tanpa kualifikasi kecuali kemauan baik. Kepintaran, kearifan dan bakat lainnya bisa merugikn kalau tanpa didasari oleh kemauan baik. Oleh karena itu Kant mengakui bahwa kemauan ini merupakan syarat mutlak untuk memperoleh kebahagiaan.
  • · Dengan menekankan kemauan yang baik tindakan yang baik adalah tindakan yang tidak saja sesuai dengan kewajiban, melainkan tindakan yang dijalankannya demi kewajiban. Sejalan dengan itu semua tindakan yang bertentangan dengan kewajiban sebagai tindakan yang baik bahkan walaupun tindakan itu dalam arti tertentu berguna, harus ditolak.

Namun, selain ada dua hal yang menegaskan etika tersebut, namun kita juga tidak bisa menutup mata pada dua keberatan yang ada yaitu:

  • Bagaimana bila seseorang dihadapkan pada dua perintah atau kewajiban moral dalam situasi yang sama, akan tetapi keduanya tidak bisa dilaksankan sekaligus, bahkan keduanya saling meniadakan.
  • Sesungguhnya etika seontologist tidak bisa mengelakkan pentingnya akibat dari suatu tindakan untuk menentukan apakah tindakan itu baik atau buruk.

c) Etika Teleologis

Teleologis berasal dari bahasa Yunani, yakni “telos” yang berati tujuan. Etika teleologis menjadikan tujuan menjadi ukuran untuk baik buruknya suatu tindakan. Dengan kata lain, suatu tindakan dinilai baik kalau bertujuan untuk mencapai sesuatu yang baik atau kalau akibat yang ditimbulkan baik.

Guna Etika:

1. Etika membuat kita memiliki pendirian dalam pergolakan berbagai pandangan moral yang kita hadapi.

2. Etika membenatu agar kita tidak kehilangan orientasi dalam transformasi budaya, sosial, ekonomi, politik dan intelektual dewasa ini melanda dunia kita.

3. Etika juga membantu kita sanggup menghadapi idiologi-idiologi yang merebak di dalam masyarakt secara kritis dan obeyktif.

4. Etika membantu agamwan untuk menemukan dasar dan kemapanan iman kepercayaan sehingga tidak tertutyp dengan perubahan jaman.